
Aku tak mampu lagi menangkap sinar senja
yang hangat jinak menerobos peraduanku
tangan jiwaku patah
jiwaku buntung
barangkali tubuhku tinggallah puntung
yang hanya sedikit menyakiti
saat terinjak
Aku tergolek dalam tidur yang tak lelap
aku terjaga dalam mimpi yang mengikat
mencekam,mengancamku agar tak pernah bangun lagi
Sumbu di roda hidupku seolah tinggal abu yang sisa
tak bisa lagi menyala
Dalam peraduan darahku menangis
menetesi setiap gores gores
sepinya rindu yang menyengat
Sepi hati kulagukan do’a
agar tak terlalu lama koma kehidupanku
aku ingin sekarang saja
bangkit atau musnah samasekali!!



Aku merindukan syair
Sebuah melodi kekhitmatan …