Tangisan Pertapa Sunyi


Aku tak mampu lagi menangkap sinar senja
yang hangat jinak menerobos peraduanku
tangan jiwaku patah
jiwaku buntung
barangkali tubuhku tinggallah puntung
yang hanya sedikit menyakiti
saat terinjak

Aku tergolek dalam tidur yang tak lelap
aku terjaga dalam mimpi yang mengikat
mencekam,mengancamku agar tak pernah bangun lagi

Sumbu di roda hidupku seolah tinggal abu yang sisa
tak bisa lagi menyala

Dalam peraduan darahku menangis
menetesi setiap gores gores
sepinya rindu yang menyengat

Sepi hati kulagukan do’a
agar tak terlalu lama koma kehidupanku
aku ingin sekarang saja
bangkit atau musnah samasekali!!

Diterbitkan di: on November 17, 2009 at 4:07 am  Komentar (1)  
Tags:

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://hanlea.wordpress.com/2009/11/17/tangisan-pertapa-sunyi/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Satu komentarTinggalkan komentar

  1. Aku merindukan syair
    Sebuah melodi kekhitmatan …


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.